Selasa, 31 Maret 2026

Ketika Juli mulai Berhitung

 Hai Juli...

Bulan kelahiranku dan bulan kelahiran buah hati kami yang ketiga. Jika ditanya apakah direncanakan? Jawabannya, iya. Dari awal mau memiliki buah hati berapa saja kami merencanakan. Namun, rezeki hanya Allah yang mengetahuinya. Ini rezeki kami, kami terima segenap hati. Menimati proses kehamilan terakhirku, mejalani hari-hari dengan pekerjaan, perjalanan, dan segala aktivitas rumah tangga.

Tubuhku merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya, lebih cepat lelah dan pegal di berbagai bagian tubuh. Dahulu seperti ini juga, tetapi tidak pada trisemester kedua. Aku merasakan aktifnya janinku setiap malam. Kurasakan nafas yang makin berat dan kenaikan berat badan yang tidak seperti kehamilan sebelumnya membuatku makin melemah dan susah bergerak cepat.

Luar biasa... Aku telah membayangkan hari-hari terbaikku untuk merawat bayiku, balita, dan calon gadisku. Hidupku makin berarti dan berwarna setiap hari.

Doaku, aku bisa melewati segala prosesnya dengan sehat dan lancar. Sabar dan ikhlas dalam setiap tindakan. Percaya bahwa Allah selalu ada dan lebih dekat dari denyut nadiku sendiri.

1 April 2026 ini mejadi momentum pengalaman pertama kami menjadi orang tua yang anaknya harus diberikan perawatan inap di RS. Menjalani peran dan lika-liku ini kami jalani dengan ikhlas. Bukankan kehidupan ini takkan pernah selesai dengan ujian? Ketika sudah lulus satu ujian maka akan datanglah ujian berikutnya.


Jumat, 27 Oktober 2023

Oktober Datang

Oktober datang tanpa ditunggu. Oktober lah yang merehatkanku sejenak dari selurh aktivitas selama 2 tahun ini. Sebentar lagi kita akan berpisah Oktober dan membuka kembali November.

November 2016 - November 2023

Masih denganmu kita arungi beberapa tahun ini menyambut kehadiran buah hati kita. Perasaan yang berbeda sangat berbeda itu sangat ada. Rasa khwatirku lebih dalam dibanding dengan rasa yang lain. Rasa khawatir yang belum terjadi ini menyiksa ketika dilalui. Rasa cemas kerap muncul dengan beberapa prasangka. Aku mulai meniti pelan-pelan memberikan ruang dalam diri untuk berpikir sejenak di ruang yang ingin ku tembus ini. 

Kehidupan baru akan dimulai, kehidupan yang tak terbayangkan sebelumnya. Apakah hanya aku seorang diri yang merasakan ini? Bergelut dan berkecamuk segala hal yang belum dijalani dan dihadapi.

Kehidupan baru ini mengajarkanku untuk berkorban, untuk bersabar, untuk menahan, dan untuk terus berusaha. Tendangan kecil yang dirasakan menjadi komunikasi kami, gerakan lembut di seluruh bagian perut adalah tanda keberadaan. Ada karena dirasa dan rasa yang menguatkan.

Kau tumbuh sehat  dan berkembang setiap hari menemani kala suka dan duka. Ku bawa kau kemana-mana, kuberikan rasa yang berbeda-beda dari hati, pikiran, dan pengecapan. Akan kuhadirkan kau ke dunia ini dengan sambutan kehangatan dan senyuman.

Selamat datang didunia anakku Y.

Rabu, 02 Agustus 2023

Hallo 14 Mei 2023

Sudah lama tak menulis di blog. Rasanya baru kemarin namun ternyata sudah beberapa tahun tak menorehkan kenangan dengan tulisan. Ada beberapa hal yang berubah dan terus berkembang dalam hidup.

Setiap perubahan dalam hidup mengiringi setiap bertambahnya usia, teman, relasi, buku, dan ilmu yang didapatkan. Salah satu yang banyak berubah adalah tentang diri saya.

Sejak 2 tahun memutuskan untuk pindah rumah dan pindah pekerjaan banyak yang berubah dalam hidup. Banya yang berubah dalam beradaptasi. Bukankah kita suka dengan suasana baru yang menantang? 


Pilihan ini terjadi pada tanhun 2021 saya diterima di sekolah yang dekat dari rumah. Hal ini menjadi salah satu berkah dan rezeki bagi saya dan keluarga. Di lain sisi tempat ini akan menjadi tempat yang akan saya habiskan lebih lama di bandingkan di rumah. Tempat yang akan lebih dalam saya curahkan pikiran, tenaga, dan kerja keras.

Awalnya memang sulit namun setelah 2 tahun berjalan alamiah manusia pasti terbiasa. Dengan murid yang silih berganti saya selalu menjadi guru yang menyambut di awal pembelajaran siswa terhitung 3 angkatan dengan sekarang. 


Namun, di tahun 2022 saya bersyukur dalam rezeki untuk pemanggilan PPG yang dapat menyibukkan diri dengan tugas, kuliah kembali, dan bertemu dengan dosen dan teman-teman di UNSYIAH Aceh. Proses PPG tidak mudah dengan tidak adanya inval mengharuskan untuk tetap mengikuti dan aktif perkuliahan. Tetap harus belajar ketika mengajar. Tetap harus belajar walau semua sudah terlelap. Harus lebih awal untuk tetap menjalankan dan menyelesaikan tugas. Hingga akhirnya di Desember 2022 lulus. Rasa senang dan bangga sangat bersyukur. Belajar itu semenyenangkan itu, terimakasih ya Allah atas kesempatan ini.


Memasuki tahun 2023 rezeki yang tak disangka-sangka dan diharapkan serta didoakan mendapatkan amanah kembali untuk mengandung. Enam bulan sudah berjuang dari bulan Maret sampai detik ini terus berjalan dengan calon anak kami. Senang rasanya diberikan tugas kembali sebagai seorang ibu. Di tahun ini juga anak pertama saya masuk sekolah SD. 

Lewat cerita ini saya mau berbagi kebahagiaan bahwa setiap tahun yang terlewati pasti selalu ada momen dan kejadian yang penting dalam setiap momen di kepingan hidup kita. Selalu ada hal besar yang menjadi rezeki kita semua. Apakah rezeki itu menjadi sebuah hal yang kita syukuri atau bisa jadi menjadi salah satu ujian bagi saya.

Doaku di akhir tahun 2023 ini semoga saya dapat melahirkan secara normal, lancar, dan sehat. Amanah ini semoga menjadi ladang pahala bagi kami sekeluarga. Amin.

Minggu, 25 Agustus 2019

Hai 10 Bulan


Sudah 10 bulan ini aku belajar kembali di pendidikan formal
Banyak sudah pembelajaran yang kudapatkan
Salah satunya pembelajaran hari ini Senin, 26 Agustus 2019
Hari ini merupakan hari yang paling bersejarah bagiku
Ketika aku sudah menguburkan idelisme ku dalam-dalam
Dan di hari ini lah juga aku harus membangkitkannya kembali
Mulai membangunkannya kembali dan memberikannya nyawa dalam kehidupanku

“Inilah yang ku cari selama ini”, dan baru hari ini aku merasakannya
Bukan hanya tantangan tetapi ini adalah pembelajaran hidup
Hari ini aku ingin menyampaikan perasaan melalui bahasa


Bukan sekadar banyak kata tetapi pemberian makna
Mengecilkan hati, melebarkan pandang
Mengukur otak, menegakkan minuman
Kala semangat diimbangi idealisme
Ketika itu hanya tinggallah sebuah kata.

Kamis, 18 Juli 2019

27 Tahun Silam



Menghayati kehidupan memaksaku untuk mengulang secara mengulang masa lalu sekaligus bertanya apa yang sudah ku lakukan selama 27 tahun di dunia ini? Adakah aku sudah bermanfaat untuk orang-orang yang berada di sekitaku? Sudahkan aku selalu melakukan yang lebih baik dari hari dan tahun sebelumnya?

Tubuh mungilku terlahir dari rahim wanita terkuat dan terhebat pada pukul 05.00 WIB. Aku mulai menyalah diriku atas keadaannya sekarang, “Semua memang salahku sehingga Umi bisa mengalami sakit”. Begitupula dengan Abah, aku tahu aku yang berlumuran dosa ini serasa tak pantas berada di tengah keluarga yang selalu memberikan kasih sayang ikhlas dan selalu memenuhi segala kebutuhanku.

Entah bagaimana diriku ini membalas segala kasih sayang Umi dan Abaha. Aku bersa bimbang jika dicontoh adikku, aku gusar setiap kali melihat mereka bangga padaku, dan aku takut mereka selalu bergantung pada diriku.

Dik.... contohlah model yang terbaik di dunia ini yang telah Allah utus secara resmi Rasulullah. Bersama-sama kita bahagiakan orang tua kita yah, bersama-sama kita wujudkan mimpi mereka, dan dengan bersama hidup rukun, saling menyayangi, dan mendoakan keluarga kita selalu dalam lindungan Allah dan dapat berkumpul bahagia di surga Allah. Amin....

Abah.. Umi...

Maafkan wulan yang selalu berbuat salah, dosa, dan kekhilafan
Maafkan wulan tak bisa membuat bangga Abah dan Umi
Maafkan wulan yang hanya selalu mengatakan terimakasih tanpa bisa membalasnya
Maafkan wulan.

Image may contain: 1 personImage may contain: 1 person, sitting and hat



Selasa, 16 Juli 2019

"Seblak Jeletet Murni": Seblak Hits di Jabotabek



Cari seblak paling laku dan paling banyak dicobain sama vlogger zaman now banget? Buat yang suka banget ngemil dan makan jajanan bandung yang penuh dengan bumbu ini harus banget cobaik “Seblak Jeletet Murni”. Seblak Jeletet Murni yang saya datangi beberapa tahun lalu yang paling awal berada di Pademangan, Mangga Dua, Jakarta Utara. Jauh banget sih dari Jakarta Selatan.... Kalau sekarang kabar bahagia banget sudah ada cabang Seblak Jeletet Murni di Jalan RC. Veteran, Jakarta Selatan.

Ramai kan yah?
Untuk menebus rasa penasaran yah langsung aja menuju lokasi. Awalnya binggung sih masuk-masuk gag. Dengan kekuatan google maps akhirnya lokasinya sudah sampai. Setelah itu, ada ibu-ibu di kiri jalan menawarkan makan seblak disitu akhirnya saya parkir... tapi kok beda yah sama yang ditampilkan di riview sebelumnya. Seharusnya plang dan nuansa tempat makannya warna merah gitu bukan hijau... Pas lihat sebelah kanan terdapat banyak kendaraan parkir, aku langsung yakin dan berbelok arah. Da akhirnya sampai juga.... Ramee banget apalagi yang order jasa gofood dan grabfood.

Ini nih yang beneran Seblak Jeletet Murni


Proses Masak Kuahnya itu lohhh...
Pilihan Isian Seblak
Mereka masak di depan seperti warung pada umumnya... Karena suasana ramai banget di bawah akhirnya aku dan teman-teman memutuskan makan di lantai dua. Aku pesan seblak engan isian kikil, ceker, bakso, dan kerupuk seblaknya dengan level dua. Teman juga pesan level dua tetapi isiannya berbeda. Seblaknya ada level 1-5 (Tolong pikirkan matang-matang kalau gak kuat pedas), isinya sangat beragam dan bervariasi. Bisa banget pikih sesuka kalian yah. Ada mie, telur, seblak, bakso, sosis, kikil, makaroni, ceker, paha ayam, sayap ayam, dan masih banyak lagi. (maaf gak hapal semua).



Kemudian, untuk minuman juga beragam. Biasa sih makan air putih aja sih kalau mau makan pedas. Tetapi kali ini aku pesan es jelly (remonded sih enak) heheheh. Jellynya banyak dan airnya campuran susu dan sedikit sirup. Cocok banget minum ini setelah pedas




Wew... Penampilannya
Tak lama kemudian, makanan pun datang...... Wah... penampilannya sagat menggoda sangat merah karena diprosesnya memang pakai cabai kering yang di proses sama bumbu-bumbu yang menjadi kuahnya yang menjadi patokan. Level satu berarti satu centong, level dua berarti dua centong, dan seterusnya. Makin naik levelnya makin kental kuahnya. 


Pas makan... rasanya wangi cabai, bawang goreng dan daun bawangnya menyatu menjadi sebuah bau yang menarik hawa nafsu makan makin tinggi...
Wah.. nendang banget.. pedesss bangetttt.... Rasanya memang enak tapi menurut saya pada saat itu belum bisa menikmatinya dengan benar.....Jadi benar-benar gak habis kuahnya. 


Cuma kuat habiskan segini


Cuma kuat makan isinya... bibir udah panas, suasana panas, dan perut udah gak kuat akhirnya aku menyerahhhhh.... Apalagi temen cuma kuat makan lima suap dan stop makan karena kupingnya udah sakit begitupula sama lidahnya. Dukh.. dukh...






Rasanya deskripsi di atas menyeramkan yah... Ternyata kita salah banget harusnya memulai makan dengan level 1 dulu... Gak nyaka bisa benar-benar nendang banget pedasnya..... Jadi makan pedas itu bertahap dulu jangan langsung sikat kayak aku yah... hehehe. Sama kayak sekarang... aku masih sering makan tapi level 1. Heheheh

Selamat mencoba guys!








Minggu, 14 Juli 2019

Restauran TGIF Worth It Gak Sih?

Suami lagi niat banget ajak istrinya makan ditempat makan yang belum pernah dikunjungi namun sering dilihat. Sebenernya gak penasaran sama sekali sih. Siapa yang bisa menolak kalau diajak makan gratis kan? Hehehehe......
Aku dibawa ke salah satu mal di Jakarta Selatan. Sering banget sih kita kesini, yaitu Gandaria City. Nah... makan sian terakturan hari ini di TGIF (Thanks God Its Friday).
Hasil gambar untuk foto restauran  tgif gandaria city
Suasana yang redup remamng restauran TGIF mendominasi warna merah


Aglio Olio Versi TGIF
Restauran yang sudah banyak ada di beberapa Mal ini bernuansa merah dengan interior yang menarik dan bagus. Kaget sih suami bisa ajk makan romantis. Hehehe.... kalau tidak salah sih, reatuaran ini milik salah satu artis BCL dan suaminya. Sebegitu senangnya, ku binggung mau pesan apa yah karena makanannya harus pesan dari Makanan Pembuka, Makanan Inti, dan makanan hidangan Penutup. Karena binggung, suami yang pesankan untuk aku. Yang jelas aku pesan menu utama Pasta Aglio Olio.

Suami pesan makanan pembuka kayak gorengan gitu tapi lupa namanya... rasanya enak.... Bentuknya padat dan dominan rasa ayam dan udang. Dari penampilannya mirip gorengan tapi yang jelas bukan bala-bala yah... (Beda Banget), disajikan bersama saus tomat segar (ini beneran berasa tomat segarnya banget) buat mulut enak dan refreshing dari rasa tomatnya.





Setelah itu, saatnya aku makan menu utamanya, “Spagetti Aglio Olio” . Dari penampilan bentuknya, apsgetti disajikan sangat menarik dan sangat sangat berminyak dibandingkan spagetti Aglio Olio yang sebelumnya saya makan di restauran lain, yaitu Mokkan Cabana Cafe... Lihat kan perbedaannya? 


Aglio Olio Versi Moka Cafe Cabana
Pastinya.... rasanya juga berbeda bangettttt..... Ternyata minyak yang mendominasi tersebut adalah olive oil yang menurutku pertama makan benar-benar melted banget sama spagetti dan sayuran yang beragam didalamnya.




Kalau suami pesan menu utamanya steak, yah... jelaslah suami pencinta hewani apalagi daging. Steak disajikan dengan mash potato (bisa pilih mash atau goreng), oion ring, dan saus (pilihan). Steaknya tidak teralalu besar api full daging dan cita rasanya berbeda banget sih sama steak yang biasa ku makan karena bumbu daging dan sausnya tidak terlalu kuat lebih menonjol dirasa daging yang meathy.

Steak Versi TGIF

Untuk dessertnya aku lupa foto nih.... Dessertnya itu kue coklat yang moist disajikan sama es krim vanila lembut... Wahh... rasanya senang dan puas karena mendapatkan pengalaman makan berbeda dan cita rasa yang ditawarkan juga beda banget. Yang paing terpenting adalah makan bersama yang terkasih dan ditraktir... Terimakasih sayangku Ragaku Matenggo Dirgantara.

Setelah puas dan kenyang makan, suami membayar tagihan dan kuintip pembayarannya diangka 500ribu rupiah untuk makan berdua direstauran ini. Yah..... gimana yah? Rstauran plus PPn juga mau gimana lagi? Yaudah lah nikmati dan syukuri saja, toh ndak setiap hari kan?

Berjalan-jalan melihat suasana mal membuatku berfikir... wisata paling nayaman warga Jakarta itu ke mal yah.. selain mata dimanjakan dengan pemandangan produk bagus serta menarik, suasana yang dibentuk juga nyaman dengan interior dan suhu dingin. Dan sekarang ku sadar. Aku dan suami adalah korban konsumen mal. (Dukh... Jadi ngomongnya gak nyambung) hehehe

Hal tersebut terbukti, saat aku dan suami melipir ke tempat cemilan yang lagi hits banget “Pablo” yang terkenal sama egg tarnya... saingan banget sama merk hokkaido itu. Tapi yang masuk ke mulutku sih hokkaido. Kalau yang pablo rasa eggtartnya lebih kecil dan egg ditengahnya lebih sedikit. Aku coba yang rasa coklat. Selain coba eggtartnya, saya coba minuman cheesenya dan kuenya. Menurutku yang oke sih kuenya yang berlapis-lapis dan tidak begitu manis. Oke banget..... Pengen lagi sih... Hehehe




Dessert ala Pablo