Hai Juli...
Bulan kelahiranku dan bulan kelahiran buah hati kami yang ketiga. Jika ditanya apakah direncanakan? Jawabannya, iya. Dari awal mau memiliki buah hati berapa saja kami merencanakan. Namun, rezeki hanya Allah yang mengetahuinya. Ini rezeki kami, kami terima segenap hati. Menimati proses kehamilan terakhirku, mejalani hari-hari dengan pekerjaan, perjalanan, dan segala aktivitas rumah tangga.
Tubuhku merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya, lebih cepat lelah dan pegal di berbagai bagian tubuh. Dahulu seperti ini juga, tetapi tidak pada trisemester kedua. Aku merasakan aktifnya janinku setiap malam. Kurasakan nafas yang makin berat dan kenaikan berat badan yang tidak seperti kehamilan sebelumnya membuatku makin melemah dan susah bergerak cepat.
Luar biasa... Aku telah membayangkan hari-hari terbaikku untuk merawat bayiku, balita, dan calon gadisku. Hidupku makin berarti dan berwarna setiap hari.
Doaku, aku bisa melewati segala prosesnya dengan sehat dan lancar. Sabar dan ikhlas dalam setiap tindakan. Percaya bahwa Allah selalu ada dan lebih dekat dari denyut nadiku sendiri.
1 April 2026 ini mejadi momentum pengalaman pertama kami menjadi orang tua yang anaknya harus diberikan perawatan inap di RS. Menjalani peran dan lika-liku ini kami jalani dengan ikhlas. Bukankan kehidupan ini takkan pernah selesai dengan ujian? Ketika sudah lulus satu ujian maka akan datanglah ujian berikutnya.