Rabu, 21 Februari 2018

Teruntuk suamiku: Ragaku Matenggo Dirgantara

Kumencintaimu


Foto superdegdegan akad
Pah.... sabarnya dirimu menghadapi perempuan penuh tingkah anak kecil ini
Menjadikanku paham bahwa kamulah yang terkuat



Pah.... aku ingin sepertimu lembut perkataan dan perlakuan
Aku ingin mencotoh segala kebaikanmu
Tuntun aku untuk belajar bersama
Jadikan aku dan permata hati kita ma’mum dalam setiap sujudmu










Acara resepsi sore
Maafkan istrimu yang kau temui masih tertidur di kala kau berangkat dan pulang kerja
Maafkan istrimu yang masih egois menyiapkan baju sendiri dibandingkan perlengkapanmu
Maafkan istrimu yang tak mengingatkanmu dikala barang-barangmu tertinggal
Dan maafkan istrimu yang masih belajar untuk slalu bersyukur








Setelah posesi adat jawa



Aku ingin membangun istana dunia dan akhirat bersamamu
Mendidik permata hati kita bersama
Tersenyum dan selalu bercanda
Dan menua hingga ajal memisahkan kita














Dari istri yang masih belajar


Wulandari Nur Fajriyah

Kamis, 08 Februari 2018

REVIEW SEKUEL INSIDIOUS: PEMBUKA DAN PENUTUP

Hasil gambar untuk insidious


Setelah menonton penutup insidious di bulan Januari 2018 ini saya berminat banget nih mereviewnyadan yang pasti saya jadi nonton ulang dari pertama film sekuel ini.


Yap.... Insidious: The Last Key merupakan sekuel terakhir dari film ini. Elis sebagai pemeran utama merupakan kunci dari segala perjalanan film ini, tak jauh berbeda memang masih satu produser yang sama James Wan beranjak dari beberapa kejadian yang di alam oleh seorang cenayang. Jika di film conjuring merupakan kisah yang diangkat dari perjalanan pasangan Ed dan Lorrien dan menurut saya film insidious memiliki kesamaan karena mengikuti perjalanan Elis si cenanyang.


Saya mulai dari sekuel terakhir yang menurut saya filmnya tidak terlalu memaksakan harus seram dan menakutkan seperti sebelumnya tapi memiliki kengerian sendiri mengenai fakta-fakta hidup Elis yang membawanya menjadi seorang cenanyang. Dengan cerita yang disuguhkan menjawab segala permasalahan hantu yang ada selama ini di insidious. Itulah mengapa saya berikan judul review ini dengan pembuka dan peutup dan jawabannya adalah pada diri Elis.


Hasil gambar untuk insidious

Mengapa selalu ada pintu merah? Yang diisyaratkan sebagai portal antara dunia nyata dan dunia future (sebutan dari Elis) setiap roh yang melewati pintu merah ini akan melihat seluruh roh yang ada dan hanya beberapa orang yang memiliki kemampuan itu salah satnya adalah Elis, Josh (anak yang pernah di tolog oleh Elis) bapak Dalton, dan Dalton tokoh anak yang mewarisi kemampuan bapaknya Josh (Insidious 1). Memang sangatlah menarik yang chapter pertama apalagi diakhiri dengan pembunuhan Elis oleh hantu bergaun pengantin hitam yang ternyata masuk di tubuh Josh. Dan sekuel film selanjutnya merupakan kejadian kilas balik Elis.





Hasil gambar untuk insidious pintumerah









  Pintu merah itu ternyata telah di buka oleh Elis semasa dia kecil ketika masih tinggal di daerah   Five Keys, hal tersebut dilakukan karena Elish kecil dirasuki untuk membuka pintunya dan   akhirnya Elis selamat tidak masuk namun Ibunya dibunuh oleh iblis tersebut. ajakan iblis tidak     berhenti sampai disitu tetapi merasuki ayah Elis yang ternyata memiliki ruangan yang dibuat     untuk orang-orang tak berdosa yang ditahan jiwanya dan dirantai sampai mati setelah itu jasadnya   dikumpulkan di dalam koper dan ini bagian yang paling menegangkan sih... heheheheh. Hal itu   bukan hanya terjadi pada ayah Elis tetapi terjadi pada pemuda yang mengundang Elis ke mantan   rumah lamanya di Five Keys yang ternyata dia pun melakukan hal yang sama dengan Ayah Elis   dahulu. Beruntunglah perempuan itu ditemukan di bawah tanah oleh Elis dan rekan-rekan.










Elis kecil mmutuskan untuk pergi dari rumah dan tak bisa menyelamatkan tahanan ayahnya yang bernama Anna, meninggalkan Adik laki-laki yang akhirnya bertemu dengan keponakannya yang diambil jiwanya ketika mencari pluit ayahnya di rumah lama dan disinilah segalanya dimulai untuk menyelamatkan keponakan Elis. Beberapa drama terjadi disini ketika Elis masuk dunia future dan melihat Dalton, Josh kecil, saat kematiannya (insidious 1 dan 2) dan kekuatan seorang ibu (insidious 3) yang menyelamatkan Elis pada akhirnya,  hal tersebut terangkum dan terjawab dalam film penutup ini . Hal tersebut membuatnya tersadar bahwa dialah yang membuka pintu merah itu dan pada akhir cerita ini maka dialah yang menutup kembali pintu tersebut.



Secara cerita yang tidak telalu memaksakan insidious merupakan film horror yang berhasil mempertahakan kehororrannya (apa sih, heheheh) maksudnya dapat secara seimbang mempertahankan sebagai film yang layak ditoton, memiliki alur cerita yang kompleks, meneganggangkan, dan memberikan sentuhan-sentuhan mistis di setiap sekuelnya.


Intinya film sekuel ini adalah ketika kamu membuka sesuatu harus ditutup kembali yah, bertanggungjawab dengan apa yang diperbuat. Okayyyyy kayak Elis nih mempertaruhkan nyawanya untuk bertanggung jawab loh....

Hasil gambar untuk insidious pintumerah

Dalam hati agak sedih juga sih, karena udah gak ada sekuel yang ditunggu lagi tapi tahun ini akan ada sekuel Conjuring baru tapi produsernya bukan James Wan lagi, jadi penasaran gimana yah? Kalau kalian suka gak sekuel film horror ini?



Sabtu, 03 Februari 2018

Perbandingan Film “Pengabdi Setan” 2017 dengan Film “Pengabdi Setan” 1980

Hasil gambar untuk pengabdi setan



Awal bulan Oktober 2017 ini layar lebar di Indoesia diwarnai dengan berbagai film bergenre horor. Film horor Indonesia diawali dengan film berjudul “Pengabdi Setan”. Waktu melihat cuplikan film ini ternyata film ini terinspirasi dari film yang sebelumnya di tahun 1980 dengan judul film yang sama. Jadilah sebelum menonton film pengabdi setan 2017 ini saya menonton yang sebelumnya.


Pertama, saya akan membahas dan mengulas mengenai film Pengabdi Setan tahun 1980. Ada beberapa poin yang terpenting di dalam, yaitu:


1.      Film lawas ini memilki kualitas gambar yang jauh berbeda dengan sekarang, begitupula dengan perpindahan dari satu scene ke scne yang lain tidak semulus film sekarang terlalu berjeda (yahh mirip-mirip dengan kualitas film-filmnya suzanna) heheheh

2.      Awalnya kupikir film setan yah pasti suzanna yang main ekhh ternyata bukan dan yang main adalah teman satu keaktrisannya sih, yang cukup menyeramkan dengan tatapan dan suaranya bernama Ruth Pelupessy.

3.      Film ini menampilkan setan yang menurut kita tahun kini tidaklah seram mungkin malah cenderung lucu dan menggelikan, heheheh (tonton sendiri deh karena ada salah satu mayat hidup yang seperti kena lempar buah naga kepalanya) heheheh

4.      Pengabdi setan pada film ini diartikan sebagai para pengikut dan penyembah setan karena mereka tidak menyembah Allah melainkan mengikuti aturan main dukun yang diperankan oleh Ruth yang mengajak si Tommy anak yang sedang bimbang karena baru ditinggal selamanya oleh ibunya.

5.      Sosok ibu tidak diceritakan secara detail di film ini hanya ada foto di kematiannya karena dari awal film sudah menampilkan pemakan si ibu.

6.      Sosok ustad yang menyita perhatian karena muncul selalu mendatangi keluarga ini, di mulai dari ingin menemui ayahnya beberapa kali namun menolak, kemudian ke rumah, dan akhirnya secara tidak sengaja bertemu tommy di toko buku yang menunjukkan agar Tommy shalat.

7.      Keluarga ini hanya memiliki dua anak, Tommy (L) memiliki kakak perempuan bernama Rita (P). Tommy yang diceritakan masih anak sekolahan sedangkan Rita sudah kuliah dengan latar belakang keluarga kaya dan Bapak sibuk di Kantor.

8.      Sosok pembantu yang muncul setelah kematian Ibu menjadi penyebab semua masalahnya karena inilah sosok dukun si Ruth yang menyamar sebagai PRT di keluarga Tommy. Jadilah rumah Tommy dijadikan tempat untuk mengabdi setan karena si dukun ini pengen punya kekuatan untuk ilmunya dengan mengambil jiwa orang hidup dan menghidupkan para mayat yang telah dibunuhnya untuk menjadi pasukannya.

Hasil gambar untuk pengabdi setan
Hantu zaman 1981 beda bangett yah, hehehe

9   9. Beberapa jiwa sudah meninggal karena ingin menolong keluarga ini, seperti:  dari penjaga rumah Pak Karto yang mengingatkan Tommy untuk tidak mengabdi setan dan belajar ilmu hitam, Pak Karto ditemukan gantung diri di gudang. Kemudian teman Rita bernama Herman meninggal di tabrak mobil ketika akan membantu mengusir setan dan membawa tommy pada dukun yang lebih benar dan bukan ilmu hitam (tetep aja dukun, wkwkwkwk)

10.  Epicnya cerita ini adalah diakhiri dengan histerisnya satu keluaraga Munarto (Bapak), Rita dan Tommy ketika mengetahui Darminah (pembantunya) adalah dukun yang menghidupkan mayat-mayat yang telah diambil jiwanya olehnya untuk menghabisi keluaraga ini kemudian keluarlah rumah dan Pak Ustad sudah rapih membawa pasukan warga memegang obor dan membacakan ayat kursi kemudian terbakarlah Darmina. Selesai deh....


Kedua, saya akan membahas dan mengulas mengenai film Pengabdi Setan tahun 2017. Ada beberapa poin yang terpenting di dalam, yaitu:


Hasil gambar untuk pengabdi setan

1.      Tidak diawali dengan latar pemakaman namun diawali dengan proses sosok “IBU” yang mengalami sakit yang mengarah pada sakaratul maut yang panjang dan memberikan kesan mistik dari penampilan hingga ke beberapa adegan ibu dengan anak-anaknya.

2.      Spot-spot gelap dengan kamera yang tajam menampilkan adegan mengngagetkan membuat film ini tergolong seram dan sangat diminati.

3.      Secara alur film ini hampir sama dengan film yang dahulu bahwa ada sebuah keluarga dengan memiliki anak dan ibu yang meninggal yang membedakan pengabdi setan terkini memiliki kesulitan biaya dan mengharuskan ayah untuk pergi ke kota bekerja.

4.      Pengabdi setan disini sebagai penyembah setan, di filim pengabdi setan terkini yang menyembah setan adalah IBU nya, yang dengan bantuan mahluk gaib untuk dapat memiliki anak karena tidak mendapatkan keturunan setelah bertahun-tahun. Dan pada akhirnya anak-anak menyadari mereka secara fisik berbeda-beda.

5.      Ibu diceitakan secara detail dan justru ibu lah yang menjadi ikon hantu yang menakutkan dengan proses meninggal yang susah hingga menjemput anak iblis yang merupakan anak terakhirnya, dengan menggunakan lonceng dan gaun putih.

6.      Di film pengabdi setan ini tidak dihadirkan sosok ustad dan penjaga kebun melainkan memunculkan tokoh nenek yang meninggal dan akhirnya memberikan petunjuk dari kematian dan apa yang telah diperbuat ibunya melalui bantuin teman nenek yang ada di kota.

7.      Sosok teman nenek yang merupakan peneliti dan penulis mengenai hal-hal gaib tersebut adalah tokoh yang akhirnya menjadi tempat bertanya, berkonsultasi, dan penyelamat di akhir cerita

8.      Keluarga pengabdi setan ini memiliki kesusahan ekonomi dengan tersedatnya album penjualan ibunya yang sudah sakit-sakitan, bapak yang menjaga ibu dan denga 3 anak. Anak pertama perempuan, anak kedua laki-laki dan anak terakhir laki-laki yang dijemput dan merupakan anak iblis.
Hasil gambar untuk pengabdi setan
Keluarga Pengabdi Setan 2017 

9.      Tidak memunculkan beberapa setan namun beberapa orang berbaju gelap dan berpayung yang mengelilingi rumah dan menebar biji-biji menjadi simbol adanya penjemputan untuk anak iblis, yang awalnya harus menjaga adiknya (anak terakhir) tetapi harus dilepaskan dan diserahkan ke ibu dan orang-orang tersebut.

10.  Pada akhirnya mereka pergi bersama mobil yang digunakan teman nenek dan tinggal di rumah susun yang sederhana dan diakhiri dengan kermah-tamahan tetangga dan tarian pasangan mereka berdua yang tak sabar menunggu panen anak selanjutnya... ada apakah itu??? Yakin banget deh bakal ada film selanjutnya.. heheheheh



Nah, dari uraian tersebut jelas banget kita dapat ambil kesimpulan bahwa nilai agama yang ada yang ada dalam film 1980 sudah tidak ada lagi di tahun 2017. Secara singkat hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan orang secara umum lebih percaya kepada orang-orang yang pintar (ilmu gaib) dibandingkan dengan ustad ahli agama dan mengembalikannya kepada Allah SWt, pencipta segalaya. Itulah yang sangat disyangkan dari film-film zaman sekarang.


Minggu, 24 Desember 2017

September Penuh Bahagia

Kalibiru, WestProg yes!
Perjalanan September ini diawali dengan adanya acara Seminar Internasional yang di adakan oleh Fakultas Ilmu Budaya UGM. Saya mengikuti dengan mngirimkan abstrak sejak awal megenai tema yang diuusung dalam seminar tersebut adalah “Isu-Isu Muktahir dalam Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya”. Kontribusi sebesar Rp 500.000,- sebagai pemakalah yang sedang menempuh S-2 untuk pertama kalinya duduk berdampingan dengan pemakalah yang telah menyelsaikan S-2 bahkan sudah Profesor membuat saya semakin tak percaya diri. 

Dengan modal keberanian dan ilmu yang telah saya dapatkan maka pada hari kedua sesi pagi jam 08.30-10.30 bersama ketiga pemakalah lain yang berasal dari Universitas lain saya bergiliran untuk menyampaikan penelitian yang saya lakukan.


Tak cukup lama hanya dengan waktu 10 menit dengan singkat saya telah selesai menyampikan pendahuluan, isi, dan kesimpulan makalah saya. Setalah selesai semua pemakalah menyampikan hasil penelitian tibalah waktu tanya-jawab dan benar saja saya tak berharap banyak penelitian saya ditanya tetapi kenyataannya saya mendapatkan beberapa pertanyaan, masukan, serta saran yang sangat bermanfaat dan saya yakin bahwa penelitian saya ini dapat dikembangkan menjadi penelitian yang lebih lengkap dan muktahir.


Di sela-sela acara tersebut saya ditemani oleh pasangan yang selalu setia menanti untuk menjelajahi makanan dan tempat wisata yang ada di Yogjakarta. Bermodalkan sepeda motor yang kami sewa selama tiga hari dan kuota internet sebagai penunjuk arah (peta dari Google) kami dapat menelusuri beberapa tempat wisata dan kuliner yang merupakan rekomendasi dari penjelajah sebelumnya dan beberapa ada yang kami coba sendiri.


1.      Jalan Malioboro

Sampai di Yogja pagi-pagi kami langsung menuju ke Jl. Malioboro karena jaraknya yang terdekat dari Stasiun Lempuyangan. Karena masih pagi dan sepi sekitar pukul 07.00 WIB kami mengabadikan Jl Malioboro yang legendaris ini. Pedagang baju belum buka yang ada hanya penjual makanan di sebelah kiri jalan yang sedang diperbaiki.



2.      Sarapan Gudeg “Mbok Jum”


Gudeg Yu Jum dengan Lauk Ayam dan Telur


Hari pertama ini kami putuskan untuk mencari sarapan dahulu yah. Kami tiba di cabang gudeg yang berada di daerah Wijilan. Daerah Wijilan merupakan kawasan atau sentral makanan gudeg jadi sejauh mata memandang memasuki kawasan ini maka terdapat banyak warung gudeg dan kami menuju ke Gudeg Mbok Jum. 



Daftar Menu bisa diperbesar yah, heheh

Dengan konsep seperti warung makanan pada umumnya Guded ini menawarkan gudeg dengan berbagai makanan pendampingnya. Harga makanan mulai dari harga Rp 12.000 – 45.000,- dan gudeg ini pun dapat dibungkus sebagai oleh-oleh dan tahan untuk beberapa hari ke depan karena tekstur gudeng yang kering. Rasa gudeg yang saya rasakan merupakan cita rasa makanan Jawa yang manis dan saya memilih makanan pendamping telur. Tanpa sambel tapi bisa dinikmati dengan cabai utuh jika ingin rasa pedasnya. Heheheh.







3.      Duren Mendem




Setelah kenyang kami berputar-putar mengelilingi Yogja tanpa tujuan selanjutnya kemudian kami terhenti di Duren Mendem. Memang kami berdua adalah pasangan yang hobi makan apalagi ada kata durian.... Wah... segerrr sekali bukan setelah sarapan menjelang siang minum es durian. 



Menu Duren Mendem



Tepat lokasinya di arah Mall Ambarukmo setelah UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta. Kami mencoba satu porsi es durian utuh Rp 21.000,- lumayan murah dibandingkan di Jakarta. Isi durian beku 5 butir tanpa biji dengan topping susu coklat dan keju kami pun langsung melahap habis. Sembari memuuskan destinasi selanjutnya kami cuci muka dan bersih-bersih karena tempatnya lumayan luas dan nyaman (kami berdua saja loh pengunjungnya masih terlalu pagi minum es durian jam 10 siang heheh).


Karen sudah kenyang jadilah pesan satu berdu dan ini sih pas buat berdua karena lumayan banyaaakkk


4.      Candi Ratu Boko



Berpose di parkiran karena masih hujan pas tiba di lokasi

Selanjutnya kami melakukan pencarian untuk meuju tempat selanjutnya, dan ternyata karena masih siang kami memutuskan untuk ke candi ratu boko. Perjalanan kami tempuh kira-kira 50 menit dari duren mendem. Sesampainya di sana cuacana sudah mendung dan kami masuk di pintu sisi sebelah utara yang mengharuskan kami mendaki. Karena melihat kondisi kami akhirnya kami disarankan untuk meuju ke pintu masuk melalui perkampungan warga-warga yang dapat dilalui oleh mobil. 




Ini parkiran yang pertama kalau tidak lewat yang jalan kecil harus menanjak naiknya, lebih baik sih ke arah yang warga dan naiknya tidak terlalu curam.







Dari parkiran motor yang hujan dan dibawah pintu masuknya tidak begitu jauh

Harga masuk tiker Rp 25.000,-/orang dan ini hanya berlaku sampai jam 15.00 WIB dan di atas jam tersebut tiketnya Rp 100.000,-/orang. Cukup heran dengan harga itu sih, karena perbedaanya sangat jauh untuk melihat matahari terbenam tepat di atas candi yang hits karena film AADC ini. Sampai diparkiran dan tiket masuk hujan pun turun, kira-kira hampir setengah jam kami menunggu untuk jalan ke lokasi candi. 


Bermodalkan penyewaan payung Rp 5.000,- kami melewati rinti-rintik hujan dan berjalan kira-kira 1,5 km untuk sampai ke lokasi candi.ketika sampai di sana saya bertepatan dengan banyaknya turis dan penggerak seni yang akan megadakan festival Candi Ratu Boko yang akan di buka pada malam itu, namun karena keadaan yang sudah lelah saya hanya mengitari kawasan candi sampai ke area pengunungan sisi sebelah kanan candi untuk melihat situs yang tidak terawat lagi, dari ketinggian ini terlihat candi Prambanan tidak jauh dari sini.


Masih hujn di depan pintu masuk candinya disediakan sewa payung Rp 5000,- sih..


masih hujan dipintu ratu boko
Setelah mengabadikan momen bersama psangan dan puas dengan pemandangannya kami pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah siang dan hampir sore kami belum istirahat dari perjalanan, badan sudah minta dimanjakan di kasur dan air. Heheheh. Perjalanan pulang terasa lebih cepat dan lancar, hanya 30 menit akhirnya kita sampai dipenginapan dan saatnya istirahat untuk besok acara pembukaan seminar Interasional.


jalan panjang menuju candi

di depan pintu masuk

Wahhh akhirnyaaa




Bersama suami




5.      X-traordinary Ice Cream

Sebenarnya bukan saya yang kuliner ini tapi pasangan. Setelah mengantarkan saya untuk seminar di UGM, dia mengelilingi Yogja dan mencoba es krim yang katanya salah satu favorit artis. Kata dia sih, ini lebih tepatnya seperti kafe karena tempat dan berbagai menu serta harga tak jauh beda dengan di Jakarta. Yah.... kira-kira Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-. Kalau dibandingkan harga makanan di Yogja tempat nongkrong ini lumayan kelas menegah untuk mahasiswa. Hehehe..... Tau sendiri kan dengan uang segitu bisa makan seharian kenyang di Yogja.


ngebayangin rasanya doank, hahaha



Untuk soal rasa juga menurut pasagan sih standar aja, seperti kebanyakan minuman dan es krim lainnya namun tempatnya memang enak untuk wifian dan nongkrong kumpul sambil nyemal-nyemil (bukan makanan berat).







6.      Burger Monalisa









Setelah selesai seminar saya berganti baju dan menyegarkan badan. Setelah itu karena perut yang sangat lapar terakhir makan tadi siang setelah magrib saya mencari rekomendasi di pinggiran jalan UGM yang penih dengan penjual makanan. Akhirnya saya melihat “Burger Monalisa”, namanya menarik dan akhirnya saya memesan 1 burger dan 1 kentang goreng rasa keju. Tanpa banyak waktu saya menghabiskan kentang dengan begitu cepat karena memang lapar dan isinya lumayan dikit seharga Rp 7.000,-. 
daftar menu


Kentang sepertinya dibuat sendiri karena potongan yang tidak merata dan cenderung tradisional. Rasanya lumayan dan untuk harga segitu yah rekoemnded lah.setelah kentang saatnya burger cheese disantap, hampir sama memang dibuatnya sendiri dan rasa sambelnya begitu khas karena sambal buatan (lumayan pedas) Rp 15.000,-.

semua manual yah kayak di rumah buatnya, hahaha



7.      Oseng-oseng Mercon “Bu Narti”
     
menu tambahan dipilih-dipilih
     
      Setelah menunggu teman pasangan dengan memakan burger mobalisa dan wedang ronde di bunderan UGM saya melanjutkan perjalanan untuk makan makanan berat. Kami diajak untuk makan oseng-oseng Mercon Bu Narti, tempatnya lesehan di pinggiran toko, keliatannya memang biasa dan sederhana tapi lumayan banyak pengunjung yang lahap sampai habis sambelnya. Wewew.. Kemudian saya dengan binggung melihat banyak makanan ternyata ini adalah lauk tambahan untuk sambel oseng-oseng mercon yang isinya jeroan. Saya mengambil tambahan iso.





Tampilannya memang tidak menarik namun rasanya buat nafsu makan dan kangen pengen makan ini lagi. Hehehe......






Saya makan tanpa sambal dengan memilih isinya saja dengan tambahan iso dan tambahan kerupuk lengkaplah makan malam dipinggiran jalan kota Yogjakarta.
Aku akan kembali lagi osengo-oseng mercon yang buat kangen kalau lagi gak pengen makan apa-apa.
itu di panci oseng-oseng surgaaaaa

8.      Pasar Malam Malioboro dan Tugu Yogjakarta




Kenyang dengan oseng-oseng mercon kami menuju malioboro berjalan-jalan malam melihat beberapa batik yang memang kita tidak berniat untuk berbelanja pada malam ini tapi di hari terakhir nanti di Yogja. Setelah itu yang tak boleh ketinggalan adalah suasana malam di tugu Yogjakarta. Suasana malam di Tugu Yogjakarta tak kalah meriah dan ramai seperti di Malioboro. Tugu Yogjakarta dijadikan tempat yang paling hits untuk mengabadikan foto di sana. Foto di bawah tugu, atau bersama karakter-karakter unik yang ada di sekitar tugu. 

Ada juga beberapa yang menawarkan jasa penyewaan baju adat untuk berfoto. Di sisi tugu ini terdapat peta Yogjakarta eserta beberapa peninggalan sejarah hampir seperti peta tiga dimensi. Dan banyak sekali orang-orang yang menghabiskan malamnya hingga pagi di sini.










9.      Mangut Lele “Mbah Marto”


Mangutnyaaa, kapan yah bisa makan ini lagi yaaahh Allah?


Hari pertama dari pukul 08.00 saya menghadiri pembukaan  Seminar Internasional UGM, setelah makan siang dan sidang pleno kedua hari ini saya memutuskan untuk mencari maan malam Mangut Lele yang berada di Sewon. Kami menempuh perjalanan hampir satu jam menggunakan motor dan bermodalkan maps dari Google. Kami mengikuti arahya yang sama dengan arah ke Parangtritis, namun tidak sampai sana saya berbelok kanan dan melewati perkampungan dengan jalan yang banyak gang dan akhirnya kami menemukan beberapa mobil yang terparkir dan kami menanyakan ternyata benar bahwa di dalam gang sempit tersebut ada makanan yang recomended “Mangut Lele”. 


Akhirnyaaaaaaa
Sebelah kiri ada tempat minuman itu warung Mbah Martonya


Sampai di sana kami pukul 16.50 WIB dan untungnya mangut lelenya masih ada dan saya dipersilahkan untuk mengambil nasi, mangut lele, gudeg, krecek, secara bebas dan lagsung dari tungku masaknya di atas kayu yang dibakar.

Awalnya sih memang sudah tahu kalau tempatnya memang susah ducari namun akhirnya dengan Maps dan bertanya kami menemukannya dan merasakan sensasi makan masakan orang desa. Benar, rasanya benar-benar tradisional, mangut lele yang begitu empuk yang saya tidak ketahui bagaimana cara penggolahannya yang jelas tidak menggunakan presto namun seperti dipanggang atau dibakar karena di tusuk menggunakan bambu lelenya.


Dapurnya, boleh ambil nasi, gudeg dan semuanyaa sendiri sepuasanyaaaaa
Warungnya sederhana tapi raanyaaa juaraaa
Rasa gurih, pedas, manis, asam, dan manis menjadi satu dengan makan menggunakan gudeg dan krecek benar-benar begitu nikmat. Suasana di warung sederhana dengan pemandangan dapur langsung ini membawaku bernostalgia ke masakan almarhumah buyut putri ketika masak santan ikan mas (ikan mas dibakar terlebih dahulu). Setelah makan akhirnya saya nambah mangut lelenya, enak Mbah... 1 Mangut lele di jual dengan harga Rp 10.000,- dan menggunakan nasi serta krecek plus gudeg yang dapat diambil secara gratis berkali-kali Rp 10.000,- dengan Rp 30.000,- saya sudah sangat kenyang dan puas dengan rasanya.


Tercydukk nambah mangutnya 2x hahahahah

Seperti biasa perjalanan pulang lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan berangkat yang belum mengetahui tempatnya.



10.  Seminar Internasional FIB UGM





Acara seminar internasional yang bertema “Isu-Isu Muktakhir dalam Penelitian Bahasa dan Sastra” ini diadakan oleh FIB UGM. Acara yang bertempat di Auditorium UGM dan Pascasarjana FIB UGM ini dihadiri oleh guru besar FIB UGM dn sekaligus peluncuran buku untuk guru besar FIB UGM Alm. Kuntowijoyo. 


Agak asing suasana di kampus ini karena memang ini pertamakalinya ke sini dan belum yah sama sekali tidak ada yang kenal kecuali panitia yang mengadakan. Hehehe. Hari pertama pembukaan dengan beragam kajian mukhtakhir sastra dan bahasa disampaikan oleh beberapa narasumber peneliti dan ini adalah hari kedua di Yogjakarta, menghadiri sebagai pemakalah di Seminar Internasional UGM.  Bagiku ini adalah momen pertama kalinya mempublikasi penelitian yang ku buat, rasanya bersanding dengan para lulusan doktor dan salah satunya adalah guru besar UGM membuat nyali lumayan ciut arena cma lulusan S1. 


Dan giliranku memperesentasikan, pertama-tama dengan gugup namun selanjutnya terbawa suasana dan akhirnya waktu 10 menit yang diberikan moderatr berlalu begitu cepat. Selanjutnya sesi tanya jawab, ini sih momen yang ditakutkan juga, takut tidak bisa menjawab dan tidak maksimal dalam menjawab namun sebisanya saya jawab. Di luar dugaan ternyata ada yang tertarik untuk menanyakan makalah saya sampai di sesi ketiga. Dukungan dan penjelasan lebih rinci dijelaskan oleh salah satu guru besar UGM yang menjadi pemakalah paralel pada saat itu. 


Dua jam setengah berlalu dan syukur alhamdulillah berjlan lancar presentasiku. Selanjutnya saya mengikuti sesi paralel di kelas bahasa dan kelas sastra hingga siang. Yang menarik bagi saya penelitian terbaru sastra yaitu sastra perjalanan, menyelidiki dan memetakan perjalanan pengarang yang tergambar dari berbagai karya-karyanya.


11.  Wisata Alam Kalibiru


Setelah makan siang saya dijemput pasangan untuk menuju destinasi berikutnya, Wisata Alam Kalibiru, Kulonprogo. Waktu itu modal nekat sih, hanya berdua dan belum pernah sebelumnya tapi semua petualangan ini memang nekat. Hehehe.... terimakasih Google Maps, kami bisa sampai di sini berkat aplikasi dari Google dan signal 4G nya simpati. 


Perjalanan menuju ke wisata ini terasa jauhhh karena memang teryata kita melewati jalan yang panjang lewat perkampungan berbeda dengan arah pulang kami lebih cepat. Tetapi lewat perkempungan jalanannya sungguh asik, hijau membentang dan berbagai rumah yang jarang serta jalanan yang makin menanjak naik, curam dan harus selalu waspada karena sisi sebelah kananmu jurang. 


Dari UGM ke Wisata ini ami hampir menempuh waktu sekitar 1 jam 30 menit. Beruntuglah kami sampai di wisata ini tidak hujan dan belum sore sekali, sekitar jam 14.30. Setelah parkir kami harus berjalan menanjak sekitar 500 meter barulah kita membayar masuk Rp 5.000/perorang kemudian saya berfoto dengan si bulu lembut halusss burung hantu. Nah, sesampainya di sana kita bisa bebas selfie atau membayar lagi untuk beberapa spot berfoto. Untuk naiknya saja Rp 15.000/perorang kemudian memayar untuk 8 kali foto dan satu foto dihragai 5000 minimal mengambil 8 foto (tkor didokumentasi kan yah) tapi hasilnya wew loh. Hehehe....


Foto dengan suami dan burung hantuuu yang lembut banget bulunyaaa





12.  Sate Klatak dan Siomay
Makan lagii sate klatak (belum pernah)



Taraaa Sate Klatak penuh minyak dan nyummmmm 


Menu
     Malam seblum presentasi saya menyempatkan diri unuk mencoba sate klatak. Ternyata sate ini tak banyak yang menjualnya, kami berdua mencoba yang masih bisa dijangkau di sekitar kota Yogyakarta kalau yang di AADC itu sate klatak arah Bantul sana, jauh lumayan. Hehehe.... sate klatak bener-bener sate deh walau hanya dikasih dua tusuk tapi daging banget, tebel, dan berasa banget minyak kaldunya keluar semua. Awas jangan langsung dipegang karena sate ini dipanggang dengan menggunakan besi (katanya sih jeruji besi sepeda). Disajikan dengan kuah sate klatak ini rasanya unik banget mesti coba kalau mampir di Yogjakarta.


Sate Klatak dan temannya tongseng kambing
Suasana di dalam warung

Pulangnya aku membeli siomay yang kedainya di sampig sate klatak, penasaran karena banyak banget yang beli akhirnya  memutuskan untuk memberi 10.000 bisa digoreng bisa juga tidak. Menurutku rasanya standart yah masih kalah sama siomay dari daerah asalnya. Hehehe
Love

13.  SS (Spesial Sambal)


SS kesukaan suami, kalau di Yogja nasinya satu ceting sepuasanyaaaaa

Diperjalanan pulang dari Kalibiru kami kelaparan dan akhirnya menuju ke SS terdekat yang berada dipetengahan jalan. Sore menjelang magrib yang diguyur hujan itu kami menikmati hidangan dari SS (tempat makan favorit pasangan). Walau ke yogja yah makannya tetap SS, hehehe. Kalau ke tempat makan ini harus coba ayam bakar, sambal tomat dan sayur asem, minumnya jus sawo (perpaduan yang mantap saya jus sawonya sekarang sudah tak ada). 


SS yang berada di Yogjakarta ternyata lebih murah dibanding d cabang Jabodetabek, dan nasinya tidak persatuan dihidangkanya tapi dikasih satu ceting. Hahahaha. Baru kali ini makan di SS gak pernah pesen satu ceting berdua dan sekarang dikasih satu ceting dan kami pun tak habis. Kalau kalaparan banget di Yogja musti ke sini guys, nasi satu ceting mau nambah monggo sepuasnya dihitungnya satu porsi normal.


14.  Sop Ayam “Pak Min” Klaten


Sop Pak Min surgaaa segerrr
Hari terkhir di Yogja, sarapan terakhir kami mencoba Sop Ayam Pak Min Klaten letaknya tidk jauh dari Jl. Malioboro, yah searah menuju ke sana. Aku sarapan dengan memilih isian ati ampala yang isinya banyak, sedangkan pasangan megambil daging ayamnya. Indah sekali pagi terakhir ini, pasangan sarapa dengan lahap dan benar dia menyukainya. Sarapan dengan rasa enak dan puas ini terjangkau banget, kalau ke yogja mesti ke sini lagi.
Nihhh isiannya gak naggung2 kannnn.. mantaafff
Iseng aja ada foto ini di warungnya, hahaha


15.  Pothz Burger


Tempatnya rumahan dan kecil tapi yang beli buleee semua, hahahah
Daftar Menu




Letaknya ke arah wisama bahasa Yogjakarta, sepanjang jalan banyak bule dan pas saya beli pun ada beberapa bule nongkrong. Bukan untuk kami berdua tapi pesanan bos besar utuk di bawa ke Jakarta. Hehehe... harganya Rp 25.000,- bagi yang ingin mencoba kata bos besar ini burger pork paling enak dari yang ternama manapun.








16.  Mall Ambarukmo
Dari awal ke Yogjakarta gak pernah ngemall dan penasaran sama mall yang ada di Yogja, dan tidak jauh dr penginapan pun ada mall. Sebelum pulang akhirnya memutuskan untuk ke mall hanya ingin melihat-lihat tapi akhirnya beli oleh-oleh coklat monggo dan beberapa roti untuk perjalanan pulang malam ini. Mall nya bagus, besar yah hampir mirip dengan Pejaten Village memanjang dan lengkap beberapa brand serta makanan.



17.  Mall Malioboro

Tujuan terakhir sebelum menuju ke stasiun Lempuyangan kami berdua mampir ke Mall Malioboro, Pasar Berigharjo untuk beli oleh-oleh. Beli titipan, kaos dagadu, dan batik. Di mall ini sebenernya Cuma parkir sih, hehehe. Kesana-sininya jalan, di mall malioboro beli dagadu kemudian di luar coba beli kaos Yogja Van Java, kemudian beli batik, tas di sepanjang jalan. Menjelang ashar akhirnya kami berdua kelelahan dan menuju ke stasiun karena jadwal kereta jam 17.00 sore ini.