Selasa, 31 Maret 2026

Ketika Juli mulai Berhitung

 Hai Juli...

Bulan kelahiranku dan bulan kelahiran buah hati kami yang ketiga. Jika ditanya apakah direncanakan? Jawabannya, iya. Dari awal mau memiliki buah hati berapa saja kami merencanakan. Namun, rezeki hanya Allah yang mengetahuinya. Ini rezeki kami, kami terima segenap hati. Menimati proses kehamilan terakhirku, mejalani hari-hari dengan pekerjaan, perjalanan, dan segala aktivitas rumah tangga.

Tubuhku merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya, lebih cepat lelah dan pegal di berbagai bagian tubuh. Dahulu seperti ini juga, tetapi tidak pada trisemester kedua. Aku merasakan aktifnya janinku setiap malam. Kurasakan nafas yang makin berat dan kenaikan berat badan yang tidak seperti kehamilan sebelumnya membuatku makin melemah dan susah bergerak cepat.

Luar biasa... Aku telah membayangkan hari-hari terbaikku untuk merawat bayiku, balita, dan calon gadisku. Hidupku makin berarti dan berwarna setiap hari.

Doaku, aku bisa melewati segala prosesnya dengan sehat dan lancar. Sabar dan ikhlas dalam setiap tindakan. Percaya bahwa Allah selalu ada dan lebih dekat dari denyut nadiku sendiri.

1 April 2026 ini mejadi momentum pengalaman pertama kami menjadi orang tua yang anaknya harus diberikan perawatan inap di RS. Menjalani peran dan lika-liku ini kami jalani dengan ikhlas. Bukankan kehidupan ini takkan pernah selesai dengan ujian? Ketika sudah lulus satu ujian maka akan datanglah ujian berikutnya.


Jumat, 27 Oktober 2023

Oktober Datang

Oktober datang tanpa ditunggu. Oktober lah yang merehatkanku sejenak dari selurh aktivitas selama 2 tahun ini. Sebentar lagi kita akan berpisah Oktober dan membuka kembali November.

November 2016 - November 2023

Masih denganmu kita arungi beberapa tahun ini menyambut kehadiran buah hati kita. Perasaan yang berbeda sangat berbeda itu sangat ada. Rasa khwatirku lebih dalam dibanding dengan rasa yang lain. Rasa khawatir yang belum terjadi ini menyiksa ketika dilalui. Rasa cemas kerap muncul dengan beberapa prasangka. Aku mulai meniti pelan-pelan memberikan ruang dalam diri untuk berpikir sejenak di ruang yang ingin ku tembus ini. 

Kehidupan baru akan dimulai, kehidupan yang tak terbayangkan sebelumnya. Apakah hanya aku seorang diri yang merasakan ini? Bergelut dan berkecamuk segala hal yang belum dijalani dan dihadapi.

Kehidupan baru ini mengajarkanku untuk berkorban, untuk bersabar, untuk menahan, dan untuk terus berusaha. Tendangan kecil yang dirasakan menjadi komunikasi kami, gerakan lembut di seluruh bagian perut adalah tanda keberadaan. Ada karena dirasa dan rasa yang menguatkan.

Kau tumbuh sehat  dan berkembang setiap hari menemani kala suka dan duka. Ku bawa kau kemana-mana, kuberikan rasa yang berbeda-beda dari hati, pikiran, dan pengecapan. Akan kuhadirkan kau ke dunia ini dengan sambutan kehangatan dan senyuman.

Selamat datang didunia anakku Y.

Rabu, 02 Agustus 2023

Hallo 14 Mei 2023

Sudah lama tak menulis di blog. Rasanya baru kemarin namun ternyata sudah beberapa tahun tak menorehkan kenangan dengan tulisan. Ada beberapa hal yang berubah dan terus berkembang dalam hidup.

Setiap perubahan dalam hidup mengiringi setiap bertambahnya usia, teman, relasi, buku, dan ilmu yang didapatkan. Salah satu yang banyak berubah adalah tentang diri saya.

Sejak 2 tahun memutuskan untuk pindah rumah dan pindah pekerjaan banyak yang berubah dalam hidup. Banya yang berubah dalam beradaptasi. Bukankah kita suka dengan suasana baru yang menantang? 


Pilihan ini terjadi pada tanhun 2021 saya diterima di sekolah yang dekat dari rumah. Hal ini menjadi salah satu berkah dan rezeki bagi saya dan keluarga. Di lain sisi tempat ini akan menjadi tempat yang akan saya habiskan lebih lama di bandingkan di rumah. Tempat yang akan lebih dalam saya curahkan pikiran, tenaga, dan kerja keras.

Awalnya memang sulit namun setelah 2 tahun berjalan alamiah manusia pasti terbiasa. Dengan murid yang silih berganti saya selalu menjadi guru yang menyambut di awal pembelajaran siswa terhitung 3 angkatan dengan sekarang. 


Namun, di tahun 2022 saya bersyukur dalam rezeki untuk pemanggilan PPG yang dapat menyibukkan diri dengan tugas, kuliah kembali, dan bertemu dengan dosen dan teman-teman di UNSYIAH Aceh. Proses PPG tidak mudah dengan tidak adanya inval mengharuskan untuk tetap mengikuti dan aktif perkuliahan. Tetap harus belajar ketika mengajar. Tetap harus belajar walau semua sudah terlelap. Harus lebih awal untuk tetap menjalankan dan menyelesaikan tugas. Hingga akhirnya di Desember 2022 lulus. Rasa senang dan bangga sangat bersyukur. Belajar itu semenyenangkan itu, terimakasih ya Allah atas kesempatan ini.


Memasuki tahun 2023 rezeki yang tak disangka-sangka dan diharapkan serta didoakan mendapatkan amanah kembali untuk mengandung. Enam bulan sudah berjuang dari bulan Maret sampai detik ini terus berjalan dengan calon anak kami. Senang rasanya diberikan tugas kembali sebagai seorang ibu. Di tahun ini juga anak pertama saya masuk sekolah SD. 

Lewat cerita ini saya mau berbagi kebahagiaan bahwa setiap tahun yang terlewati pasti selalu ada momen dan kejadian yang penting dalam setiap momen di kepingan hidup kita. Selalu ada hal besar yang menjadi rezeki kita semua. Apakah rezeki itu menjadi sebuah hal yang kita syukuri atau bisa jadi menjadi salah satu ujian bagi saya.

Doaku di akhir tahun 2023 ini semoga saya dapat melahirkan secara normal, lancar, dan sehat. Amanah ini semoga menjadi ladang pahala bagi kami sekeluarga. Amin.

Minggu, 25 Agustus 2019

Hai 10 Bulan


Sudah 10 bulan ini aku belajar kembali di pendidikan formal
Banyak sudah pembelajaran yang kudapatkan
Salah satunya pembelajaran hari ini Senin, 26 Agustus 2019
Hari ini merupakan hari yang paling bersejarah bagiku
Ketika aku sudah menguburkan idelisme ku dalam-dalam
Dan di hari ini lah juga aku harus membangkitkannya kembali
Mulai membangunkannya kembali dan memberikannya nyawa dalam kehidupanku

“Inilah yang ku cari selama ini”, dan baru hari ini aku merasakannya
Bukan hanya tantangan tetapi ini adalah pembelajaran hidup
Hari ini aku ingin menyampaikan perasaan melalui bahasa


Bukan sekadar banyak kata tetapi pemberian makna
Mengecilkan hati, melebarkan pandang
Mengukur otak, menegakkan minuman
Kala semangat diimbangi idealisme
Ketika itu hanya tinggallah sebuah kata.

Kamis, 18 Juli 2019

27 Tahun Silam



Menghayati kehidupan memaksaku untuk mengulang secara mengulang masa lalu sekaligus bertanya apa yang sudah ku lakukan selama 27 tahun di dunia ini? Adakah aku sudah bermanfaat untuk orang-orang yang berada di sekitaku? Sudahkan aku selalu melakukan yang lebih baik dari hari dan tahun sebelumnya?

Tubuh mungilku terlahir dari rahim wanita terkuat dan terhebat pada pukul 05.00 WIB. Aku mulai menyalah diriku atas keadaannya sekarang, “Semua memang salahku sehingga Umi bisa mengalami sakit”. Begitupula dengan Abah, aku tahu aku yang berlumuran dosa ini serasa tak pantas berada di tengah keluarga yang selalu memberikan kasih sayang ikhlas dan selalu memenuhi segala kebutuhanku.

Entah bagaimana diriku ini membalas segala kasih sayang Umi dan Abaha. Aku bersa bimbang jika dicontoh adikku, aku gusar setiap kali melihat mereka bangga padaku, dan aku takut mereka selalu bergantung pada diriku.

Dik.... contohlah model yang terbaik di dunia ini yang telah Allah utus secara resmi Rasulullah. Bersama-sama kita bahagiakan orang tua kita yah, bersama-sama kita wujudkan mimpi mereka, dan dengan bersama hidup rukun, saling menyayangi, dan mendoakan keluarga kita selalu dalam lindungan Allah dan dapat berkumpul bahagia di surga Allah. Amin....

Abah.. Umi...

Maafkan wulan yang selalu berbuat salah, dosa, dan kekhilafan
Maafkan wulan tak bisa membuat bangga Abah dan Umi
Maafkan wulan yang hanya selalu mengatakan terimakasih tanpa bisa membalasnya
Maafkan wulan.

Image may contain: 1 personImage may contain: 1 person, sitting and hat



Selasa, 16 Juli 2019

"Seblak Jeletet Murni": Seblak Hits di Jabotabek



Cari seblak paling laku dan paling banyak dicobain sama vlogger zaman now banget? Buat yang suka banget ngemil dan makan jajanan bandung yang penuh dengan bumbu ini harus banget cobaik “Seblak Jeletet Murni”. Seblak Jeletet Murni yang saya datangi beberapa tahun lalu yang paling awal berada di Pademangan, Mangga Dua, Jakarta Utara. Jauh banget sih dari Jakarta Selatan.... Kalau sekarang kabar bahagia banget sudah ada cabang Seblak Jeletet Murni di Jalan RC. Veteran, Jakarta Selatan.

Ramai kan yah?
Untuk menebus rasa penasaran yah langsung aja menuju lokasi. Awalnya binggung sih masuk-masuk gag. Dengan kekuatan google maps akhirnya lokasinya sudah sampai. Setelah itu, ada ibu-ibu di kiri jalan menawarkan makan seblak disitu akhirnya saya parkir... tapi kok beda yah sama yang ditampilkan di riview sebelumnya. Seharusnya plang dan nuansa tempat makannya warna merah gitu bukan hijau... Pas lihat sebelah kanan terdapat banyak kendaraan parkir, aku langsung yakin dan berbelok arah. Da akhirnya sampai juga.... Ramee banget apalagi yang order jasa gofood dan grabfood.

Ini nih yang beneran Seblak Jeletet Murni


Proses Masak Kuahnya itu lohhh...
Pilihan Isian Seblak
Mereka masak di depan seperti warung pada umumnya... Karena suasana ramai banget di bawah akhirnya aku dan teman-teman memutuskan makan di lantai dua. Aku pesan seblak engan isian kikil, ceker, bakso, dan kerupuk seblaknya dengan level dua. Teman juga pesan level dua tetapi isiannya berbeda. Seblaknya ada level 1-5 (Tolong pikirkan matang-matang kalau gak kuat pedas), isinya sangat beragam dan bervariasi. Bisa banget pikih sesuka kalian yah. Ada mie, telur, seblak, bakso, sosis, kikil, makaroni, ceker, paha ayam, sayap ayam, dan masih banyak lagi. (maaf gak hapal semua).



Kemudian, untuk minuman juga beragam. Biasa sih makan air putih aja sih kalau mau makan pedas. Tetapi kali ini aku pesan es jelly (remonded sih enak) heheheh. Jellynya banyak dan airnya campuran susu dan sedikit sirup. Cocok banget minum ini setelah pedas




Wew... Penampilannya
Tak lama kemudian, makanan pun datang...... Wah... penampilannya sagat menggoda sangat merah karena diprosesnya memang pakai cabai kering yang di proses sama bumbu-bumbu yang menjadi kuahnya yang menjadi patokan. Level satu berarti satu centong, level dua berarti dua centong, dan seterusnya. Makin naik levelnya makin kental kuahnya. 


Pas makan... rasanya wangi cabai, bawang goreng dan daun bawangnya menyatu menjadi sebuah bau yang menarik hawa nafsu makan makin tinggi...
Wah.. nendang banget.. pedesss bangetttt.... Rasanya memang enak tapi menurut saya pada saat itu belum bisa menikmatinya dengan benar.....Jadi benar-benar gak habis kuahnya. 


Cuma kuat habiskan segini


Cuma kuat makan isinya... bibir udah panas, suasana panas, dan perut udah gak kuat akhirnya aku menyerahhhhh.... Apalagi temen cuma kuat makan lima suap dan stop makan karena kupingnya udah sakit begitupula sama lidahnya. Dukh.. dukh...






Rasanya deskripsi di atas menyeramkan yah... Ternyata kita salah banget harusnya memulai makan dengan level 1 dulu... Gak nyaka bisa benar-benar nendang banget pedasnya..... Jadi makan pedas itu bertahap dulu jangan langsung sikat kayak aku yah... hehehe. Sama kayak sekarang... aku masih sering makan tapi level 1. Heheheh

Selamat mencoba guys!








Minggu, 14 Juli 2019

Restauran TGIF Worth It Gak Sih?

Suami lagi niat banget ajak istrinya makan ditempat makan yang belum pernah dikunjungi namun sering dilihat. Sebenernya gak penasaran sama sekali sih. Siapa yang bisa menolak kalau diajak makan gratis kan? Hehehehe......
Aku dibawa ke salah satu mal di Jakarta Selatan. Sering banget sih kita kesini, yaitu Gandaria City. Nah... makan sian terakturan hari ini di TGIF (Thanks God Its Friday).
Hasil gambar untuk foto restauran  tgif gandaria city
Suasana yang redup remamng restauran TGIF mendominasi warna merah


Aglio Olio Versi TGIF
Restauran yang sudah banyak ada di beberapa Mal ini bernuansa merah dengan interior yang menarik dan bagus. Kaget sih suami bisa ajk makan romantis. Hehehe.... kalau tidak salah sih, reatuaran ini milik salah satu artis BCL dan suaminya. Sebegitu senangnya, ku binggung mau pesan apa yah karena makanannya harus pesan dari Makanan Pembuka, Makanan Inti, dan makanan hidangan Penutup. Karena binggung, suami yang pesankan untuk aku. Yang jelas aku pesan menu utama Pasta Aglio Olio.

Suami pesan makanan pembuka kayak gorengan gitu tapi lupa namanya... rasanya enak.... Bentuknya padat dan dominan rasa ayam dan udang. Dari penampilannya mirip gorengan tapi yang jelas bukan bala-bala yah... (Beda Banget), disajikan bersama saus tomat segar (ini beneran berasa tomat segarnya banget) buat mulut enak dan refreshing dari rasa tomatnya.





Setelah itu, saatnya aku makan menu utamanya, “Spagetti Aglio Olio” . Dari penampilan bentuknya, apsgetti disajikan sangat menarik dan sangat sangat berminyak dibandingkan spagetti Aglio Olio yang sebelumnya saya makan di restauran lain, yaitu Mokkan Cabana Cafe... Lihat kan perbedaannya? 


Aglio Olio Versi Moka Cafe Cabana
Pastinya.... rasanya juga berbeda bangettttt..... Ternyata minyak yang mendominasi tersebut adalah olive oil yang menurutku pertama makan benar-benar melted banget sama spagetti dan sayuran yang beragam didalamnya.




Kalau suami pesan menu utamanya steak, yah... jelaslah suami pencinta hewani apalagi daging. Steak disajikan dengan mash potato (bisa pilih mash atau goreng), oion ring, dan saus (pilihan). Steaknya tidak teralalu besar api full daging dan cita rasanya berbeda banget sih sama steak yang biasa ku makan karena bumbu daging dan sausnya tidak terlalu kuat lebih menonjol dirasa daging yang meathy.

Steak Versi TGIF

Untuk dessertnya aku lupa foto nih.... Dessertnya itu kue coklat yang moist disajikan sama es krim vanila lembut... Wahh... rasanya senang dan puas karena mendapatkan pengalaman makan berbeda dan cita rasa yang ditawarkan juga beda banget. Yang paing terpenting adalah makan bersama yang terkasih dan ditraktir... Terimakasih sayangku Ragaku Matenggo Dirgantara.

Setelah puas dan kenyang makan, suami membayar tagihan dan kuintip pembayarannya diangka 500ribu rupiah untuk makan berdua direstauran ini. Yah..... gimana yah? Rstauran plus PPn juga mau gimana lagi? Yaudah lah nikmati dan syukuri saja, toh ndak setiap hari kan?

Berjalan-jalan melihat suasana mal membuatku berfikir... wisata paling nayaman warga Jakarta itu ke mal yah.. selain mata dimanjakan dengan pemandangan produk bagus serta menarik, suasana yang dibentuk juga nyaman dengan interior dan suhu dingin. Dan sekarang ku sadar. Aku dan suami adalah korban konsumen mal. (Dukh... Jadi ngomongnya gak nyambung) hehehe

Hal tersebut terbukti, saat aku dan suami melipir ke tempat cemilan yang lagi hits banget “Pablo” yang terkenal sama egg tarnya... saingan banget sama merk hokkaido itu. Tapi yang masuk ke mulutku sih hokkaido. Kalau yang pablo rasa eggtartnya lebih kecil dan egg ditengahnya lebih sedikit. Aku coba yang rasa coklat. Selain coba eggtartnya, saya coba minuman cheesenya dan kuenya. Menurutku yang oke sih kuenya yang berlapis-lapis dan tidak begitu manis. Oke banget..... Pengen lagi sih... Hehehe




Dessert ala Pablo





Kamis, 11 Juli 2019

Makanan Korea Otentik di Indonesia



Pengaruh makanan memang mudah banget mempengaruhi lidah orang lain bahkan bangsa lain. Salah satu makanan yang sedang mempengaruhi adalah makanan yang berasal dari negara Korea. Ternyata tidak hanya dramanya saja yang diikmati oleh anak muda Indonesia tetapi juga jenis makanannya.

Nah.... sebagai kaula muda, saya juga mencoa menikmati berbagai makanan korea di dua tempat makan, yaitu di supermarket K Mart dan Ojju.

1. K Mart

Swalayan ini merupakan pusat perbelanjaan yang berada di daerah Dharmawangsa. Berkonsep korea dan tentu pastinya menjual berbagai bahan makanan sehari-hari yang tentunya berasal dari korea. Nah.... di dalam swalayan ini terdapat tempat makan yang berada di pojok kanan bagian belakang swalayan. Tempatnya memang tidak luas tapi nyaman dan yang terpenting adalah makananya enak.
Dindingnya dan kedainya berasa banget di korea kan yah? Hehehe... Walaupun belum pernah ke Korea tapi suasananya mirip kedai-kedai di korea kan yah. heheheh

Ada beberpa menu makanan yang dapat dipesan. Semua makanan dan jajanan korea yah. 

Saya memesan toppoki yang terlihat berwarna merah tetapi rasanya gak pedas, porsi toppokinya juga banyak bisa dimakan dua orang.

Selanjutnya, saya memesan odeng, rasanya enak kenyal. Terbuat dari tepung beras, yang merupakan cemilan yang dimakan dengan kuah seperti pangsit. Dan kauhnya ini bisa diminum bersaamaan dengan makannya. Kayaknya (kalau di Indoesia kayak cilok mungkin yah) hehehe.... tapi kalau cilok lebih kenyal kali yah...


Kemudian saya juga memesan sosis yang berbalut dengan tepung roti yang lembut dan enak kalau dimakan pakai kuahnya toppoki, hehehehe
Dan minumannya kalau gak salah itu jus blueberry deh.. Saya lupa. 




Seperti pada kedai korea yang lainnya, air putih disediakan secara gratissss dan dapat diambil sepuasnya.... Senang banget sih bisa minum air putih sepuasnya (Hobi minum air putih) hehehehe

Makanan habis berdua suami.. Ludesss deh dalam sekejap karena memang enak jajanan korea ini dan masuk banget dilidahku. Rasa yang paling menojol adalah rasa gurih, mudah dkunyah, dan membuat senang ketika di makan. (Duh.. nulis tetang makanan ini jadi pengen ke sana lagi) Hiks...

Total makan disini masih terjangkau gak lebih dari 50.000 rupiah. Dan bisa dinikmati rame-rame. Namun kursinya terbatas, jadi kalau lagi ramai harus antri dan bergantian makan dengan yang lain.





Setelah kenyang makan, saya jalan-jalan menyusuri supermarket. Ada beberapa produk yang belum saya lihat karena memang semua barang diimpor dari Korea.
Salah satu yang membuat saya menarik adalah tauge korea yang menarik hati dan dompet. Heheheh...😁😁😁
Saya benar-benar heran dan pertama kali melihat tauge yang sangat panjang beda banget sama yang sering ditemukan dan dikonsumsi di Indonesia.

Bisa lihat sendiri bukan? Tauge yang saya pegang benar-benar sepanjang tangan saya dan terlihat sangat sehat dan segar......
Apakah rasanya sama? Mungkin lebih cruncy kali yah karena saya tidak beli karena harganya WEW....... 7 kali lipat dari yang ada di pasar tradisional. heheheh
Selain tauge, buah pir juga besar banget... Sering lihat pir korea, pir korea ternyata memang dari korea dan wew besarrrrrnyaaaaaa..... dan kayaknya enak juga



2. OJJU

Ojju merupakan resyoran korea, berbeda dengan sebelumnya.Letaknya pun di mal besar di Jakarta. Restauran OJJU yang saya kunjungi Ojju Restauran di Gandaria City. Restauran yang sangat diminati banyak orang ini mnegharuskan saya antri dan menjadi wating list. Wah... saya benar-benar makin pensaran dong sama rasanya.

Saya pesan makanan yang paling banyak dipesan oleh banyak pengunjung dan direkomendasikan adalah ayam mozzarella. Gambarnya seperti di samping. Keju mozzarella yang dihidangkan dengan api sedang. Pelayan di sana akan menghidangkan ayam yang dibalutkan dengan keju mozzarellanya....

Penampilannya sangat menarik dan menggugah selera sekali...😋😋😋


Setelah di coba ternyata....... rasanya keju mozzarellanya tidak begitu terasa. hanya berasa seperti ayam saos yang sensasi makannya ada kejunya. Masalah rasanya saya tidak begitu mengerti sih... hanya berasa ayam sayap kecil bersaos yang tidak cukup kuat.




Makanan disajikan sesuai budaya Korea dengan makanan pendampingnya adalah kimchi, acar, saus pedas asam yang saya jujur tidak paham tapi penampakannya seperti gambar disamping ini. Hehehehe
 Kalau makanan yang pakai panci itu adalah ramen kimchi yang rasa kuatnya adalah asam, asin, dan kuat banget cita rasa koreanya,



Untuk minuman, saya memesan minum teh leci kalau tidak salah. Karena sudah hampir setahun lalu makan ini dan baru sempat posting dan nulis. Bukan tidak ada waktu tapi dari diri saya sendiri yang tidak semangat dan banyak melakukan kegiatan baru, yaitu KERJA.👀

Makanan sudah habus dan saatnya yang menegangkan adalah membayar..... Tettttt... unuk makan bertiga dengan porsi yang dapat dikatakan sedikit menelan biaya Rp 435.000.
Wah..... menurut saya, dengan harga tersebut kita dapatkan manfaat mengenal makanan baru dan cita rasa baru. Saya memang bisa maklumi karena tempat makan ini adalah restauran di mal yang PPn nya tidak murah.

Saya merekomendasikan teman-teman untuk makan berbarengan dengan teman-teman agar rinngan membayarnya dan dapat merasakan sensasi dan cita rasa baru makanan Korea. Hehehehe.....



Dari dua tempat makanan korea tersebut saya banyak belajar, yaitu: budaya makan orang Korea, cita rasa orang Korea, peralatan makanan, sampai pada bahan makanan yang digunakan. Awalnya memang aneh karena tidak terbiasa tapi hal tersebut dapat menjadi pelajaran dan pengalaman saya di masa yang akan mendatang. Semoga nantinya kita dapat mencoba langsung makanan ini di negeri K POP yah.. Amin....😇😇😇





Senin, 17 Desember 2018

BUDAYA MENDENGARKAN


Hasil gambar untuk gambar motivasi mendengarkan
Wulandari Nur Fajriyah


Orang sukses mau mendengarkan
Orang gagal hanya mau berbicara

Bukannya melihat diri sendiri
Tapi sukanya mengomentari
Bukanya banyak menyimak
Tapi malah bikin suasana rusak


Coba kamu dengarkan lagi apa yang selalu kau ucapkan?
Apakah kamu tidak bosan setiap kali selalu berbicara?
Menyalahkan keadaan? Mendebat orang lain?
Tidak mau belajar? Tidak mau mendengarkan?


Setiap kali selalu bicara
Seakan-akan kamu adalah orang yang paling berpengaruh
Padahal dirimu tak tahu siapa kamu
Ingat banyak bicara adalah untuk orag yang menutupi kelemahan
Banyak bicara adalah untuk orang yang tak mau maju


Orang gagal adalah yang banyak bicara
Membicarakan temannya, mengomentari sahabatnya, mencari kesalahan orag lain, mendebat lawan bicara.
Semua salah kecuali dirinya
Kamu mungkin tertawa tak terima
Tapi jangan-jangan kamu begitu juga


Selama kamu masih terus berbicara tanpa arah dan tujuan
Kamu tidak akan mengubah masa depan
Kalau pun itu pernah terjadi inilah saatnya kamu sadar diri
Sadar bahwa hari ini harus berbeda
Sadar bahwa kamu harus berhenti menyela saat orang lain berbicara
Berhenti menggurui, siap menghadapo kenyataan, siap mengubah masa depan
Kesuksesan kamu adalah tanggung jawab kamu
Begitu juga kegagalan kamu adalah tanggung jawab kamu


Dan kalau itu tanggung jawab kamu
Berarti kamu bisa mengubahnya
Kalau kamu yang menyebabkan banyak bicara
Kamulah yang pegang kendali


Jadi, hari ini buat tekad dan putuskan
Tidak ada lagi banyak bicara
Tidak ada lagi cari kesalahan
Tidak ada lagi mendebat
Tidak ada lagi menyela orang berbicara
Tidak ada lagi penyesalan

Apapun yang terjadi berjanjilah
Saya akan selalu cari jalan
Karena hidup saya adalah tanggung jawab saya


My Quote
“Yang keren itu bukan anak muda yang banyak gaya tapi anak muda yang punya karya”
“Yang keren itu bukan anak muda yang baut sensasi tapi anak muda yang berprestasi”

Siapkan hati, jiwa, dan raga
Dan jangan lupa berdoa
Berikan yang terbaik dan buat orang tuamu tersenyum bahagia
Mereka pasti bangga karena anaknya belajar dengan percaya pada dirinya sendiri



Selasa, 27 November 2018

Saya Kecewa.......



Pagi ini indah seindah diriku yang kemarin mendapatkan kejutan yang indah. Yah.....  itu sih kemarin, hari ini mungkin berbeda. Dan hal tersebut terbutik degan mendengar nama dipanggil tak terpesit prasangka buruk namun makin ke sini saya tak diberikan kesempatan untuk berbicara.
Ini bukan sebuah yang diharapkan dan dibayangkan tapi setiap kata ditelaah ternyata ini PERINGATAN.

Saya akui saya memang salah dan saya hanya ingin mengatakan terimakasih atas kritikan bahwa saya tidak berhati-hati dalam berbicara.

Saya memang tidak berhati-hati dalam memberikan pertanyaan tentang kegelisahan saya kepada seorang pakar pendidikan dalam seminar yang diadakan. Kegelisahan saya mengenai motivasi belajar dan tidak adanya kopetisi dalam sekolah menjadikan hal yang sangat dan perlu diperhatikan dan saya meminta solusi untuk hal tersebut?

Pertanyaan tersebut ditanggapi dengan guyonan pembicara, jika Ibu mengharap semua anak sukses, Ibu salah. Ada satu anak yang sukses saja sudah bagus. Guru bukanlah Nabi yang bisa mengatasi semua masalah. Kalau memang, Ibu hanya dibayar biasa saja yah bekerjalah dengan biasa saja. Jika Ibu dibayar secara profesional maka bekerjalah secara profesional begitupula sebaliknya. Karena sesungguhnya mengidamkan guru yang ideal dimulai dari memberikan kesejahteraan. Dengan sejahtera guru tidak akan memikirkan hal lain selain mengajar, dengan sejahtera guru tidak akan melakukan pekerjaan sampingan, dan dengan sejahtera guru akan maksimal dan profesional dalam bekerja.

Kegelisahan saya kedua dalam menanggapi seminar Prof. Arif Rahman Hakim yang saya menyatakan persetujuan bahwa memang sekolah masuk dalam gedung SMA saya sama dengan beliau bahwa “tidak merasakan nasionalisme”. Kalau dari sudut pandang beliau adalah tidak ada tulisan dalam setiap sudu sekolah yang menunjukkan nasionalisme. Kalau mnurut sudut pandang saya adalah tidak ada tulisan dalam bahasa Inonesia dari tulisan namnya sekolah nya saja tidak Inonesia yah walaupun menggunakan kurikulum nasional.
Hal tersebut menjadi sorotan keras juga pihak sekolah kepada saya. Hal tersebut ditanggapi dengan pengibaratan “permen yang telah dimakan” apakah bisa dijual. Rasanya ingin saya tanggapi apa menariknya suatu makanan yang bisa habis lebih baik habiskan dan buat inovasi yang lebih baru. Ada baiknya mengibaratkan dengan barang yang sesuai atau tanpa pengibaratan bahwa kita bisa maju dengan perubahan.

Saya tahu perubahan tersebut memanglah tidak mudah, harus bersama. Tapi jikalau terus mengiuti yang ada dan tidak ada agn perubahan mau jadi apa ladang pendidikan ini? Tak bosankah melihat dan mendidik dengan seperti ini? Sudah cukupkah kita hanya di zona nyaman kita tanpa melakukan sesuatu tanpa perubahan? Perubahan dinilai kotroversial, jika memang berubah lebih baik untuk mengatasi masalah satu per satu apakah salah?


Saya hanya mengira dari hari tersebut kita bisa sama-sama saling memperbaiki dan mengoreksi segalanya. Namun ternyata, saya dinilai memberikan pertanyaan yang membuka aib, saya dinilai tidak profesional. Jika saya membuka aib apa untungnya untuk saya, jika saya tidak profesional saya tidak akan masuk 3 hari ini karena upah saya pun tidak diberikan sesuai dengan tanggal kontrak.
Yap...... saya kecewa, cukuplah sabar dan lagi-lagi santai serta cuek menjalani hari-hari ini. Akankah terus ku begini? Kita lihat saja kelanjutannya.


Pertayaan terbesar dalam diri saya sendiri saya adalah “Apakah iya, peraturan kita dapat dibeli dengan uang?”


Mohon maaf jika banyak pihak yang tak berkenan dengan kata-kata saya. Saya mohon maaf lahir batin tetapi ini suara kekecewaan saya dan saya berhak untuk menyuarakan jika tidak secara langsung maka lewat blog ini saya meulis.
Semoga dapat mengambil hikmah dan pelajaran bagi kita semua. Amin

Kamis, 22 November 2018

Teruntuk Pendidik yang Mengalami Kegelisahan



Menjadi pendidik tidaklah mudah. Saya mengalami, saya menjalani, dan saya merasakan.

Bukan hanya saya yang gelisah namun banyak yang gelisah. Semua dihaturkan kepada Sang pencipta agar selalu mendapat petunjuk dan bimbingannya.

Dan ternyata siswa juga banyak yang bimbang mengenai masa depan kita, aturan kita, kebebasan shalat. Banyaknya demokratis menuntut kita untuk tersus berfikir logis. Berfikir logis merupakan hal yang sangat rawan antara kebenaran dan kebatilan. Menjadi satu merupakan hal yang bagus, menjadi sama bukan hal yang diharapkan kembali di zaman ini.

Salah satu contoh adalah, menjelang siang ini saya mengajar di salah satu kelas XII mereka tengah berdebat adanya pendidikan dan agama. Mereka berfikir bahwa aturan-aturan yang sangat mendoktrin membuat mereka tidak maju, seperti kita selalu menerima aturan agama dan hal terseut dianggap menghalangi pikiran kita.

Saya menanggapinya hanya tersenyum tanpa memisahkan mereka sampai mereka capek dan puas sendiri. Akhirnya mereka pun mereda dan melemparkan pertanyaan mengenai hal yang diperdebatkan. Saya memeberikan masukkan bahwa kita memang bisa dan bebas berpendapat tapi ada baiknya kita berpendapat yang sesuai dan dengan aturan diskusi dan debat yang akan kita pelajari di pelajaran Bahasa Indonesia.

Akhirnya dengan penengahan tersebut menjadi redahlah permasalahan tersebut. Perdebatan selanjutnya adalah mengenai bagaimana pendidikan berlangsung apakah harus dinilai prosesnya atau hasilnya. Satu sisi saya sangat senang melihat mereka bisa berpikir sampai sejauh itu tetapi di sisi lain ada kesedihan bahwa gak bisa menjelaskan seutuhnya kepada mereka karena memang permasalahan dan materi tersebut diajarkan pada tingkat perkuliahan namun sesingkat dan seaplikatif mungkin saya jelaskan pada pengaplikasian proses dan hasil tersebut pada kurukulum 2013.

Beberapa kasus tersebut hanya kasus kecil dari seberapa banyak kasus yang ada. Pemikiran mereka yang kritis dan logis seharusnya ada yang menuntun memberikan mereka pencerahan, yah... kembali lagi bahwa guru lah yang harus memiliki dan mengambil peran tersebut.

Maaf yah kalau dari postingan ini pendidik hanya bisa mengkritisi fakta yag ada di lapangan terus pertanyaan nya adalah. Apa sih yang sudah kamu lakukan Lan? Okeeee...... ada beberapa yang telah ku lakukan dalam beradaptasi di sini.

1. Jadilah penyimak yang baik.
Mungkin dari sekian banyak guru hanya saya yang paling banyak diam. Bukanku kalem namun ada baiknya pada awal adaptasi adalah dengan penyimak yang baik. Dengan menjadi penyimak yang baik kita dapat berteman dengan siapa saja tidak hanya pada satu orang dan merasa bisa mengetahui sifat teman kerja, atasan, dan sistem yang ada.

2. Banyak bertanya
Selain jadi penyimak baik, haruslah menjadi orang yang banyak bertanya karena banyak hal yang tidak diberi tahu mengenai perizinan, sistem pelanggaran, peraturan guru, seragam penyesuaian, dan lain sebagainya. Jadi, ada lebih baik banyak bertanya dengan senior dan wakil kepala sekolah. Dengan begitu kita tidak akan ketinggalan informasi dan melakukan kesalahan sebelum ditegur karena saya pernah sekali ditegur karena memakai sendal ke lorong kelas karena keperluan memanggil guru di ruang guru atas. Hehehehe

3. Kenali karakter siswa per kelas
Setiap kelas memiliki karakter yang berbeda-beda, berteman kelompok yang berbeda, latar belakang, dan cara belajar yang berbeda pula. Perbedaan tersebut juga sangat mempengaruhi dengan metode mengajar yang digunakan begitupula dengan penerimaan materi tiap kelas juga berbeda juga. Misalnya, metode diskusi pada kelas IPA dapat berjalan dan berbanding terbalik dengan kelas lain yang ternyata metode tersebut tidak berjalan sesuai rencana.

4. Pendekatan pada siswa paling aktif
Pendekatan pertama saya lakukan pada geng kelas XII yang sampai sekarang belum berhasil saya dekati melalui karya sastra kesukaannya mencoba memecah persahabatannya tetapi saya masih perlu ekstra pendekatan agar kelas bisa kondusif. Dikelas XI yang saya lakukan adalah menggandeng salah satu murid dan saya jadikan asisten dan hal tersebut berangsur-angsur dapat meredakan kelas yang tidak kondusif dan membuat dia mau untuk belajar.

5. Hilangkan Idealisme, tebar senyuman, tetap sabar, dan santai
Dengan tersenyum kita bisa meredakan segala macam masalah yang ada. Dengan sabar kita bisa menghadapi masalah sebayak dan serumit apapun, dan dengan santai kita bisa terus menjalani pekerjaan di sini. Hehehehe....
Keempat hal tersebut yang sangat penting harus dilatih dan dimiliki sebagai pendidik yang memiliki permasalahan yang sama dengan saya. Menjadi tidak santai membuat hati hanya kesal dan baper. Hanya membuang-buang energi ketika harus marah-marah menghadapi hal yang harus sesuai dengan idealis kita.
Mulalilah dari sekarang untuk bisa santai menikmati hidup, pekerjaa, dan rutinitas yang kalian miliki. Simpan energimu untuk bermain dengan anak dibandingkan marah-marah. Dan senyum meunjukkan bahwa kita legowo dan bisa terus terlihat muda. Hahahaha


Semangat mengajar wahai para pendidik bangsa dan tunas muda pemimpin masa depan.